Shrimp Outlook 2026 yang diselenggarakan di Yogyakarta pada 12 Februari 2026 menjadi forum strategis bagi pelaku industri akuakultur untuk membahas perkembangan pasar, efisiensi produksi, serta inovasi teknologi dalam budidaya udang.
Industri budidaya udang saat ini menghadapi tekanan dari berbagai sisi, mulai dari peningkatan biaya produksi, tuntutan efisiensi pakan, risiko penyakit, hingga kebutuhan akan sistem budidaya yang lebih berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dan pendekatan terintegrasi menjadi kunci dalam menjaga daya saing tambak Indonesia.
Dalam acara ini, Bahtera Adi Jaya hadir bersama principal global, Adisseo dan Blue Aqua, untuk memperkenalkan solusi sistem terpadu yang dirancang mendukung performa tambak dari hulu hingga hilir.
Tantangan Budidaya Udang dalam Sistem Akuakultur Modern
Dalam praktik budidaya udang intensif dan semi-intensif, tantangan tidak berdiri sendiri. Setiap fase produksi saling memengaruhi, antara lain:
- Persiapan kolam sebelum tebar benur, termasuk build up plankton dan stabilisasi kualitas air
- Optimalisasi nutrisi dan efisiensi pakan untuk mendukung pertumbuhan
- Manajemen kesehatan udang guna meminimalkan risiko penyakit
- Pengendalian kualitas air sepanjang siklus budidaya
Ketidakseimbangan pada satu aspek dapat berdampak pada performa keseluruhan, termasuk FCR, survival rate, dan ukuran panen. Oleh karena itu, pendekatan parsial sering kali kurang efektif dalam jangka panjang.
Solusi Terintegrasi untuk Budidaya Udang yang Lebih Efisien
Melalui tema booth “One System. One Partner. Better Aquaculture Result”, Bahtera menekankan pentingnya integrasi dalam sistem akuakultur.
Solusi yang dihadirkan meliputi:
- Feed additives dari Adisseo, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi nutrisi dan mendukung performa pertumbuhan
- Produk water treatment dari Blue Aqua, yang membantu menjaga stabilitas parameter kualitas air di tambak
Pendekatan ini memungkinkan petambak mengelola budidaya secara lebih terukur, mulai dari fase persiapan kolam, masa pemeliharaan, hingga menjelang panen.
Integrasi nutrisi dan manajemen kualitas air menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem budidaya yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Peran Bahtera dalam Ekosistem Akuakultur Indonesia
Sebagai distributor resmi, Bahtera tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga mendukung petambak melalui pendekatan konsultatif dan teknis.
Pendampingan dilakukan pada berbagai tahap:
- Evaluasi kondisi awal tambak
- Rekomendasi program nutrisi dan water management
- Monitoring selama siklus produksi
- Evaluasi hasil panen untuk perbaikan siklus berikutnya
Model pendampingan ini bertujuan membantu petambak meningkatkan konsistensi hasil budidaya udang, sekaligus mengelola risiko secara lebih sistematis.
Antusiasme Industri dan Diskusi Lapangan
Selama Shrimp Outlook 2026, booth Bahtera mendapat kunjungan dari berbagai pelaku industri, mulai dari petambak, teknisi tambak, hingga pelaku usaha sektor pendukung.
Diskusi yang berlangsung banyak berfokus pada:
- Strategi peningkatan efisiensi produksi
- Pengelolaan kualitas air yang lebih stabil
- Pendekatan sistem dalam budidaya udang modern
Antusiasme ini mencerminkan kebutuhan industri terhadap solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga terintegrasi dan aplikatif di lapangan.
Komitmen untuk Budidaya Udang Berkelanjutan
Partisipasi Bahtera dalam Shrimp Outlook 2026 merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung perkembangan akuakultur Indonesia.
Melalui kolaborasi dengan Adisseo dan Blue Aqua, Bahtera berupaya menjadi mitra strategis bagi petambak dalam:
- Meningkatkan efisiensi produksi
- Menjaga stabilitas lingkungan tambak
- Mendukung sistem budidaya yang lebih berkelanjutan
Dengan pendekatan terintegrasi, budidaya udang tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga pada keberlanjutan sistem produksi secara keseluruhan. Temukan solusi Anda bersama Bahtera di sini.