Industri makanan dan minuman (F&B) Indonesia diproyeksikan terus bertumbuh pada 2026-2027 seiring meningkatnya permintaan terhadap produk yang lebih sehat, praktis, dan berkelanjutan. Nilai pasar makanan Indonesia mencapai sekitar USD 255,38 miliar pada 2025 dan diperkirakan tumbuh dengan CAGR 6,86% hingga 2030 menurut Statista, menjadikannya salah satu pasar F&B terbesar di Asia Tenggara.

Di tengah pertumbuhan tersebut, produsen tidak hanya dituntut menghadirkan produk baru, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen dan perkembangan teknologi formulasi.

Apa Saja Tren Utama Industri F&B Indonesia 2026-2027?

Beberapa tren diperkirakan akan menjadi fokus utama pengembangan produk F&B dalam beberapa tahun ke depan.

1. Produk Lebih Sehat dan Fungsional

Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan terus meningkat. Survei Food Industry Asia menunjukkan 99% konsumen Indonesia ingin memperbaiki pola makan, sementara banyak produsen mulai mereformulasi produk agar lebih rendah gula, lebih tinggi protein, atau diperkaya bahan fungsional.

Tren ini mendorong pertumbuhan produk seperti minuman fungsional, makanan tinggi protein, hingga produk dengan manfaat spesifik untuk imunitas, pencernaan, maupun kesehatan jantung.

2. Pertumbuhan Produk Plant-Based

Permintaan terhadap makanan dan minuman berbasis nabati diperkirakan terus meningkat. Pasar plant-based food & beverages Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar USD 1,56 miliar pada 2031 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 6,94%, menurut Mordor Intelligence.

Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran kesehatan, keberlanjutan, serta kebutuhan konsumen akan alternatif produk berbasis susu maupun daging.

3. Personalisasi Produk

Konsumen kini menginginkan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Selain variasi rasa, produsen juga mulai menawarkan produk dengan manfaat yang lebih spesifik, seperti energi, fokus, atau kesehatan pencernaan.

Pemanfaatan data konsumen juga semakin membantu perusahaan mengembangkan produk yang lebih relevan dengan target pasar.

4. Keberlanjutan Menjadi Standar Baru

Keberlanjutan tidak lagi menjadi nilai tambah, melainkan mulai menjadi bagian dari strategi bisnis. Penggunaan bahan baku yang bertanggung jawab, kemasan yang lebih ramah lingkungan, dan efisiensi proses produksi menjadi perhatian utama bagi banyak perusahaan F&B.

Bagaimana Dampaknya bagi Produsen F&B?

Perubahan tren tersebut membuat proses pengembangan produk menjadi semakin kompleks. Produsen perlu memastikan bahan baku yang digunakan mampu memenuhi tuntutan kualitas, konsistensi, regulasi, serta kecepatan inovasi.

Selain menciptakan produk baru, banyak perusahaan juga melakukan reformulasi untuk mengurangi gula, meningkatkan kandungan protein, atau menambahkan bahan fungsional tanpa mengorbankan rasa maupun tekstur.

Apa Peran Distributor Bahan Baku dalam Mendukung Inovasi F&B?

Distributor bahan baku tidak hanya berfungsi sebagai pemasok, tetapi juga menjadi mitra teknis dalam proses pengembangan produk.

Melalui dukungan technical sales, application lab, dan ketersediaan stok lokal, produsen dapat melakukan uji formulasi, memilih bahan baku yang sesuai, serta mempercepat proses scale-up menuju produksi komersial.

Produk Bahtera Adi Jaya untuk Formulasi F&B

PT Bahtera Adi Jaya menyediakan berbagai bahan baku untuk mendukung pengembangan produk F&B yang mengikuti tren pasar, di antaranya:

Produk Aplikasi
Emothion® Antioksidan berbasis S-Acetyl Glutathione untuk minuman dan suplemen fungsional
Maltodextrin DE 10-12 Carrier dan bulking agent untuk berbagai formulasi pangan
Cordyceps Extract (1,15% Cordycepin) Bahan aktif untuk minuman dan suplemen fungsional
Intella DHA Algae Oil 40% Fortifikasi DHA untuk produk plant-based maupun pangan fungsional

Seluruh produk tersedia dari stok lokal PT Bahtera Adi Jaya dan didukung dokumen teknis serta layanan technical sales.

FAQ Tren F&B Indonesia 2026-2027

Apa tren F&B yang paling berkembang pada 2026-2027? Empat tren utama adalah produk sehat dan fungsional, makanan berbasis nabati (plant-based), personalisasi produk, serta penerapan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Apakah pasar plant-based di Indonesia masih terus tumbuh? Ya. Pasar plant-based Indonesia diproyeksikan terus meningkat hingga sekitar USD 1,56 miliar pada 2031 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 6,94%.

Mengapa produsen membutuhkan distributor bahan baku? Distributor membantu memastikan ketersediaan bahan baku, memberikan dukungan teknis, serta mempercepat proses pengembangan dan reformulasi produk sebelum diproduksi secara komersial.

Bahtera Adi Jaya, Mitra Pengembangan Produk F&B

Mengikuti tren industri membutuhkan lebih dari sekadar bahan baku yang berkualitas. Dibutuhkan mitra yang mampu mendukung proses formulasi, uji aplikasi, hingga implementasi di lini produksi.

PT Bahtera Adi Jaya melayani industri F&B dengan portofolio lebih dari 800 produk, didukung 38 tenaga ahli, 5 application lab & mini kitchen, serta jaringan 50+ supplier global. Dengan stok lokal dan dukungan teknis, Bahtera membantu produsen mempercepat inovasi sekaligus menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Konsultasikan kebutuhan bahan baku F&B Anda dengan tim kami di sini.