Dalam budidaya udang, menjaga produktivitas tambak tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan udang, tetapi juga bagaimana kesehatan udang dapat terus dipantau dan dikelola sepanjang siklus budidaya. Berbagai tantangan penyakit yang terjadi di lapangan membuat pemahaman mengenai kondisi udang, deteksi dini, hingga strategi penanganan menjadi bagian penting dalam manajemen budidaya. 

Untuk membahas hal tersebut, PT Bahtera Adi Jaya bersama Aquarev dan Adisseo menyelenggarakan Free Webinar 2.0 dengan tema “Manajemen Penyakit pada Udang: Strategi Menjaga Produktivitas Tambak” pada Kamis, 10 September 2026. Webinar yang berlangsung secara online melalui Zoom ini menjadi ruang berbagi pengetahuan bagi para peserta untuk memahami berbagai tantangan kesehatan udang sekaligus pendekatan dalam mengelolanya. 

Mengenali Penyakit yang Terjadi di Lapangan 

Sesi pertama dibawakan oleh Aliefiami Rumi, S.Pi, Aquaculture Technical Expert dari Aquarev. Pada sesi ini, peserta diajak untuk lebih mengenali berbagai penyakit dan permasalahan kesehatan udang yang sedang ditemui di lapangan. 

Pembahasan tidak hanya berfokus pada pengenalan penyakit, tetapi juga bagaimana mengenali tanda-tanda awal yang perlu diperhatikan selama proses budidaya. Pemahaman terhadap kondisi udang dan perubahan yang terjadi di tambak menjadi salah satu langkah penting agar potensi masalah dapat diketahui lebih awal. 

Melalui materi mengenai deteksi dini dan monitoring, peserta mendapatkan gambaran mengenai pentingnya melakukan pengamatan secara berkala terhadap kondisi udang dan tambak. Dengan demikian, perubahan kondisi yang muncul dapat lebih cepat dikenali dan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. 

Selain deteksi dini, aspek pencegahan dan biosekuriti juga menjadi bagian dari pembahasan. Upaya menjaga kondisi lingkungan dan menerapkan langkah pencegahan secara konsisten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen kesehatan udang. 

Budidaya Berdampingan dengan Tantangan Penyakit 

Setelah membahas pengenalan penyakit dan kondisi yang terjadi di lapangan, sesi berikutnya dilanjutkan oleh Martha Mamora, Farm Application Manager – Aquaculture APAC/ISC dari Adisseo

Martha membawakan materi “Budidaya Berdampingan dengan Keberadaan Agen Penyakit (AHPND–WMD) / Microsporidia (EHP) dan Oxidative Stress.” 

Materi ini mengajak peserta melihat bagaimana proses budidaya perlu tetap dikelola dengan mempertimbangkan berbagai tantangan kesehatan yang dapat muncul selama siklus pemeliharaan. Selain keberadaan agen penyakit seperti AHPND, WMD, dan EHP, kondisi oxidative stress juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kesehatan udang. 

Mengenal Program Solutions dari Adisseo 

Dalam sesi tersebut, Adisseo turut memperkenalkan pendekatan program solutions yang terdiri dari beberapa solusi dengan fungsi berbeda untuk mendukung kebutuhan udang selama proses budidaya. 

Bacti-nil® Aqua, dengan synergistic blend of organic acids, diperkenalkan sebagai salah satu bagian dari pendekatan tersebut. Kemudian Sanacore ® GM mendukung manajemen kesehatan udang, termasuk menekan perbanyakan spora EHP di dalam tubuh udang, membunuh Vibrio, dan menghentikan Quorum Sensing

Selanjutnya, Lipogest membantu kecernaan lemak untuk mendukung supply energi, memenuhi kebutuhan kolesterol, serta membantu stimulasi molting. Aqualyso® STD mendukung penyusunan dinding sel untuk recovery sekaligus membantu usus dalam mencerna pakan dan menyerap nutrien. 

Untuk aspek lainnya, Selisseo® mendukung immune response serta kekuatan daging/otot udang terkait WMD. Sementara itu, Pepsea S menyediakan peptide dalam bentuk siap cerna serta mendukung recovery sel dan peptide antibacterial. 

Dari Pengenalan hingga Strategi Penanganan 

Rangkaian materi dari Aquarev dan Adisseo memberikan pembahasan yang saling melengkapi. Dimulai dari mengenali penyakit dan permasalahan yang terjadi di lapangan, memahami tanda-tanda awal melalui deteksi dini dan monitoring, hingga membahas pendekatan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan udang. 

Hal ini menunjukkan bahwa manajemen penyakit merupakan proses yang perlu dilakukan secara menyeluruh. Pencegahan, biosekuriti, monitoring, deteksi dini, penanganan, hingga pemulihan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjaga kondisi budidaya. 

Melalui kolaborasi Bahtera Adi Jaya, Aquarev, dan Adisseo, webinar ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan bagi para pelaku aquaculture dalam memahami berbagai tantangan kesehatan udang dan mempertimbangkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi di lapangan. 

Ke depannya, Bahtera Adi Jaya akan terus membuka ruang kolaborasi dan berbagi pengetahuan bersama partner serta pelaku industri untuk mendukung perkembangan aquaculture di Indonesia. Find your solutions with Bahtera here